Sunday, October 28, 2012

Menjenguk Komodo & Terumbu karang: Cuap-cuap dari Komodo-Gili-Bali Trip (Day 4)

Membuka Mata di Labuhan Bajo
Tidak terasa tiba-tiba sudah di hari keempat. Udara pagi sangat menyegarkan di Labuhan Bajo. Setelah mandi dan mengemas barang-barang, saya dan yang lain segera menyantap sarapan yang telah disediakan oleh penginapan. Awalnya kami mengira akan diberi nasi goreng. Ternyata kami diberi pancake dan pisang Ambon, dan teh hangat. Buat perut cowok, seperti Aisis, pancake ini cuma selingan belaka. Yaaah, kasihan Aisis, dia pasti laper berat pagi itu.. :(
Beginilah sarapan kami yang ala kadarnya, tapi bagi saya sih cukup-cukup aja :)

Perjalanan di atas Laut Flores pun dimulai....
Setelah sarapan, dan packing, kami siap melanjutkan ke destinasi utama: PULAU KOMODO!!!!! Seperti biasa, pemandangan yang sama, 10 orang dengan tas-tas gunung berbondong-bondong menuju pelabuhan. Setiap kali berjalan dalam rombongan dengan tas gunung ini, saya merasa gagah. Senangnya menyandang tas itu :)

Sekitar pukul 9 pagi kami sudah siap di tepi pelabuhan, menanti boat yang akan memboyong kami menemui para komodo. Orang pertama yang kami temui adalah Pak Agus, dia yang akan menjadi pemandu wisata kami selama 2 hari ke depan. Dilihat dari perawakan, Pak Agus memiliki wajah tipikal wajah-wajah Indonesia Timur. Pembawaannya sangat supel, mudah beradaptasi dengan siapa saja.
Setelah Pak Agus, kami digiring ke tempat di mana kapal-kapal sewaan diparkir. Saya penasaran juga, seperti apa sih kapal sewaan seharga 4 juta 2D/1N? Berhubung ekspektasi saya cukup tinggi, ngebayanginnya kayak yang di novel-novel Sandra Brown, itu lhoo semacam yacht gitu.. 

Ketika sampai di kapal, well, hmm, bukan yacht seperti saya bayangkan, tapi ya seperti  kapal-kapal sewaan yang sering saya lihat di pantai-pantai.  kami segera disambut crew kapal, ada kapten, wakil kapten, koki, dan satu anak buah kapal. Crew kapal sama ramahnya dengan pemandu wisata kami. Perawakan mereka yang bertato tidak mengesankan kesangaran atau tampang kriminal. Tetiba saya jadi ingat paman saya yang bekerja di salah satu cruise Amerika, dia juga bertato tapi orangnya ramah. :))

briefing dari Pak Agus tentang destinasi kami
all of us

Nggak butuh waktu lama-lama buat di-briefing, intinya selama 2 hari itu kami akan ke Pulau Rinca, Pink Beach, dan Pulau Komodo, serta bermalam di Pulau Kalong, dan berhenti di beberapa pulau kecil lainnya.

Destinasi Pertama: Pulau Rinca
jadi.. selain Pulau Komodo, pulau Rinca ini juga dihuni oleh Komodo. Kalau mendengar penjelasan pemandu kami, pulau ini jauh lebih alami, dan denger-denger sih komodonya jauh lebih ganas.. waduh sempat agak ciut juga nyali. tapi yaah saya coba menyakinkan diri "Masa sudah jauh-jauh kemari, mentalnya cemen sih??"

Dari Labuan Bajo ke Pulau Rinca hanya membutuhkan waktu kurang dari 2,5 jam, untuk meramaikan suasana 2,5 jam itu kami gunakan untuk sesi jeprat-jepret. :) Terlalu banyak foto yang bagus untuk ditayangankan di blog ini. Dan terlalu banyak pemandangan yang luar biasa indah untuk diabadikan dalam sebuah gambar.

Sebelum menepi ke Pulau Rinca, aka Loh Buaya, koki kapal, si Max, telah menyiapkan makanan yang super lezat. Ada mie goreng, ikan goreng, salad, pisang ambon, pokoknya nikmatlah.... Sungguh bahagia rasanya..

Pukul 11.20 kami sudah tiba di gerbang Loh Buaya atau lebih dikenal dengan pulau Rinca. Begitu sampai gerbang ini, kami langsung disambut dua ranger. Ranger itu yang akan menjadi pawang kami selama trekking di pulau ini. Lagi-lagi sebelum masuk ke kawasan ini, kami dibriefing dulu oleh 2 ranger kami. Isinya kurang lebih sama dengan apa yang telah disampaikan Pak Agus. 

Perasaan bertemu Komodo untuk Pertama Kali
tidak lama dari pintu masuk, kami sudah bertemu dengan Komodo.
Taddaaa... kejutan!! Agak kaget juga bertemu dengan komodo secara nyata, karena kulitnya bisa berkamuflase, jadi terlihat agak samar-samar dari balik bebatuan. Dari situ, saya langsung meningkatkan kewaspadaan, takut-takut menginjak buntut komodo. 

Kami melakukan trekking kurang lebih 1,5 jam. Trekking di pulau ini tidak terlalu seekstrim yang saya bayangkan sebelumnya. Jadi, kami berjalan-jalan di tengah hutan sambil matanya mencari-cari si tuan rumah. Trekking ini bagi saya seperti sedang main petak umpet. Puji Tuhan, mungkin hari itu adalah hari keberuntungan kami. Karena kami bertemu banyak komodo, seekor ular, bayi komodo, rusa, babi hutan, ayam hutan. Sungguh suatu pengalaman yang menantang.
Kebetulan, saat kami datang adalah waktu selesai musim bertelur. Jadi, kami bisa melihat bagaimana si induk komodo menjaga sarang telurnya. Jadi, induk komodo akan menggali lubang buat mengerami telurnya, setelah itu dia akan menggali lubang lain untuk kamuflase. kalau kita menginjakkan kaki di area lubang yang ada telurnya, siap-siap saja diterkam sang induk. Serem kan??

its coming to us, ready to attack! waaaa run! lets run! :P
Setelah puas bersilahturahmi dengan para komodo, kami kembali ke kapal untuk meneruskan perjalanan. Dari pulau Rinca ke Pink Beach butuh waktu 3,5 jam. Kali ini kami tidak menghabiskan waktu dengan foto-foto, tapi kami lebih memilih untuk beristirahat dan tidur. Sekitar jam 4 sore kami sudah tiba di pantai merah muda.

Gaul bareng Bule di Pink Beach

Semua anggota sangat antusias untuk merasakan snorkeling. dan saya? hanya bisa gigit jari. karena saya tidak bisa berenang, jadi saya takut untuk nyebur ke laut. Payah ya??

Ya sudah, sebagai gantinya, saya naik boat kecil dari kapal kami menuju bibir pantai.  Jadi saya adalah orang pertama dari rombongan yang sampai ke pulau itu, dan yang lain masih berenang untuk sampai ke pink beach.

Karena nggak tau mau ngapain, saya cuma clingak-clinguk. Saya lihat ada segerombolan bule-bule yang lagi main voli. Tetiba salah satu dari mereka mengajak saya bergabung. Awalnya saya bilang nggak bisa, tapi karena bulenya ada yang ganteng, jadi saya ikutan.
Dan ternyata, memang saya nggak dikaruniai bakat di bidang olahraga, sumpah permainan voli saya jelek banget, dan itu sungguh memalukan. Argh...

di waktu yang bersamaan, inilah pernyataan teman-teman ketika mengetahui saya sedang bermain voli bareng bule-bule kece, "Sialan lu fi, kita cariin lu kemana, kirain lu belom sampe-sampe. Pas lagi liat ke sono, eh kayaknya itu si Alfi, lagi jerit-jerit sok cakep bareng bule, bisaan aje lu, yang lain baru sampe, lu udah main bareng bule aja" semprot Mentari.

dan saya cuma bisa terkekeh-kekeh. Hahaa :)
 lagian saya ngiri nggak bisa seneng-seneng snorkling bareng mereka, jadi mendingan saya main voli, mumpung ada yang oke :) dasar ganjen...

Setelah teman-teman saya datang, saya izin pamit dulu sama bule-bule itu. Saya kembali bergabung dengan rombongan.

Main air, main pasir yang berwarna pink, ngobrol-ngobrol, foto-foto, lengkap lah sudah kebahagiaan saya hari itu. Pink Beach yang kata orang-orang bagus bener, akhirnya saya bisa merasakan keindahan pantai itu dengan mata kepala saya sendiri. Sampai hari ini saya masih terbayang-bayang liburan ini dan masih nggak percaya kalau saya bisa sampai sejauh ini ke pantai ini. Bangga banget :)
sekembalinya kami ke kapal, si Max koki handal, telah menyiapkan snack dan minuman hangat. sungguh mantab!!!

Pulau Kalong: Sunset dan malam yang tak terlupakan
kami tidak lama-lama di Pink Beach, karena kami harus segera ke Pulau Kalong untuk melihat matahari tenggelam. Kalau dipikir-pikir buat apa sih ngejar matahari tenggelam? Tunggu, sampai kalian benar-benar merasakannya di sini.
Saya cukup sering melihat sunset, tapi setiap sunset di setiap tempat selalu memberikan suasana yang berbeda, terlebih kalau kita menghabiskannya dengan orang yang kita sayangi, seperti teman-teman trip saya.

Sebelum jam lima sore, kami sudah tiba di dekat Pulau Kalong. Kami pikir kami akan menepi ke sana, tapi ternyata tidak. Kapal kami terparkir sekitar 50 meter dari pulau itu. Saya baru tahu, ternyata kami akan menginap di atas kapal, bukan di pulau kalong-nya. Waaah pengalaman pertama lagi buat saya menginap di atas kapal. Seru juga yaa...

sunset, dan kapal-kapal lain yang juga bermalam di area pulau kalong
Matahari mulai menghilang, tapi kehangatan di antara kami terus terasa. Rombongan kami dan para awak kapal semakin akrab, setelah makan malam yang super, kami duduk beramai-ramai sambil berbincang-bincang, bersenda-gurau, sungguh pengalaman yang tak terlupakan.
Sampai satu per satu dari kami mulai mengantuk, kami naik ke bagian atas kapal yang sudah dirapikan oleh awak kami. Ada selimut hangat dan bantal yang empuk menanti untuk ditiduri. aah... senangnya!!

Pengeluaran hari keempat
Sewa Boat 2 hari 1 malam Rp 4.000.0000/10 orang = Rp400.000/orang
Bayar tour guide Rp200.000/hari x 2 hari = Rp400.000/10 orang = Rp 40.000/orang
Uang masuk Pulau Rinca Rp300.000/10 orang = Rp30.000/orang


Pengeluaran Individual
Sprite (beli di boat) Rp10.000


1 comment:

Crystal Jude said...

Alfi, bener banget... the most beautiful sunset is the one in Nusa Tenggara Timur. Been there, done that!