Friday, September 13, 2013

Minggu-minggu Pertama di Belgia sebagai Au Pair

Setelah tiba di Belgia, apa yang harus saya lakukan sebagai au pair?
Tentu, belajar beradaptasi dengan keluarga asuh. Memang ini butuh proses.

1. Muncipality
Teknisnya, hari pertama sebaiknya langsung melaporkan diri ke balai kota. Berhubung ketibaan saya sudah agak sore, saya melaporkan diri besok paginya.
Hari kedua, pagi hari, saya membawa dokumen seperti pasport, arbeitskaart, dan sertifikat kesehatan. Di muncipality, atau balai kota, petugasnya hanya meminta kasih unjuk paspor saja. ya elah..
Setelah data saya diproses, petugas itu menyerahkan selembar kertas yang berfungsi sebagai ID sementara, sebelum ID card yang sesungguhnya dicetak. Kata petugas itu, akan ada polisi datang untuk mengecek rumah keluarga asuh, semacam inspeksi mendadak, dan akan ada surat undangan untuk mengikuti kelas integerasi. Saya angguk-angguk patuh saja. Katanya sih semua informasi akan tertulis di surat undangan kelas integerasi. Termasuk kursus bahasa.

2. Bank
Setelah selesai dari muncipality, saya segera membuka akun bank. Kebetulan kantor muncipality dan gedung bank BNP Paribas Fortis berdekatan. Kenapa membuat akun bank? karena uang saku dari keluarga asuh akan ditransfer ke rekening au pair. Semua transaksi harus transparan dan ada bukti yang jelas. Petugas bank sangat ramah membantu. Akun usia di bawah 26 tahun adalah gratis. tis. tis. Setelah setengah jam diproses datanya, saya resmi punya akun dan diberikan semacam token, untuk bertransaksi via internet. gratis pula tokennya. Kartu ATM akan dikirim ke alamat keluarga asuh dalam waktu-waktu dekat. Benar saja, dua atau tiga hari setelahnya, saya mendapat kiriman kartu ATM, dan untuk mengaktivasinya saya perlu menelpon nomor yang tertera di surat.

3. Kartu GSM
Ada beberapa provider di Belgia. Saya memutuskan untuk menggunakan provider Mobile Vikings. Sejauh pengamatan sih, provider ini yang cocok dengan kantong, dan katanya sih yang paling murah.
Cara pesannya lewat online. Bayarnya bisa pakai akun bank Belgia kita. Pakai Bankcontact atau via transfer. Untuk pemesanan nomor baru itu harganya €15. Mahal yak? padahal kalo di Jakarta, nomor baru itu harganya bisa cuma Rp3.000 ajah.. itu baru nomor doang lho belom pulsanya. Oh ya, nomor gsm di Belgia itu bisa pindah-pindah provider tanpa harus ganti-ganti nomor. Jadi misalnya tadinya pakai provider Vikings, terus ada provider yang lebih murah dan kita mau ganti tanpa harus ganti nomor, itu bisa :)
Dalam waktu satu hari setelah pembayaran nomor gsm, simcard akan sampai di kotak surat. Kalau sudah sampai ya tinggal diaktifkan, ikuti saja petunjuknya. Setelah aktif, baru bisa diisi pulsa. Di Vikings ada beberapa pilihan isi pulsa, yaitu, €10, €15, €25, €40, €60.
Jelas saya pilih yang paling termurah, €10. Paket yang €10 ini, kita memiliki saldo pulsa €10 dan bisa gratis data internet sampai 500 MB  (saya juga jarang pakai data, karena selalu pakai wifi di rumah), bisa kirim 500 sms sebulan ke semua provider di Belgia, untuk sesama pengguna Viking sehari dapat jatah 300 sms gratis dan 60 menit telepon gratis. Semua paket itu berlaku untuk satu bulan aja, kalo pemakain di luar paket akan dipotong dari saldo yang €10 itu. Contohnya saya kirim SMS ke Swedia atau Prancis, atau telepon ke provider lain.

4. Kursus Bahasa
Waktu itu kan katanya kursus bahasa nungguin surat tentang kursus integrasi.. tapi udah hampir seminggu lebih kok saya belum dapat surat apa-apa? akhirnya saya nanya di grup FB Au Pair in Belgium. Ternyata katanya, kalau mau kursus mah kursus aja, nggak usah nunggu-nunggu surat kursus integrasi. Besokannya saya mendatangi kantor Huis van het Nederlands West-Vlaanderen, lembaga yang mengurus soal kursus bahasa Belanda dan penempatannya. Salah satu kantor cabang terdekat adalah di Ieper, sayangnya Poperinge nggak ada. Sebelumnya saya dan lembaga ini sudah berkorespondensi via email, begitu datang ke kantornya, Wouter Dumont sudah tahu masalah saya, dan langsung menjabarkan kursus-kursus yang mereka punya. Saya ditawari dua kelas, kelas intensif dan kelas non-intensif. Begitu lihat kelas non-intensif yang 10 bulan itu saya langsung males duluan, ya iyalah, kelasnya tiap hari Sabtu. Ada pun kelas tiap hari Selasa/Rabu waktunya malam banget, mau pulang naik apa nek?
Saya nggak punya banyak pilihan, saya bakal ambil kelas intensif. Ternyata, kelas September sudah dimulai, saya telat cari informasinya, hiks.. ada kelas berikutnya adalah di bulan November. Kata si Dumont itu, saya bisa langsung datang ke sekolahnya untuk menanyakan apa masih bisa ikut kelas September? Jarak dari kantor Huis van het Nederlands tidak terlalu jauh dari CVO Westhoek-Westkust. Hanya jalan kaki 5 menit. Di sana, kata pegawai administrasinya, saya nggak bisa gabung, karena kelas penuh. Mau tak mau harus menunggu kelas berikutnya di bulan November. Hari itu saya hanya registrasi saja, belum bayar. Bayarnya nanti kalau sudah gajian. Kayaknya saya satu-satunya Au Pair di Belgia ini yang uang kursus dan transportasinya bayar sendiri, hiks. Puji Tuhan, uang kursusnya nggak mencekik saya. Biaya kelas intensif adalah €72 ditambah biaya bukunya €25 total kursus €97 untuk 11 minggu, 120 jam belajar, dari 12/11-21/01-2013.  Pulang dari Ieper saya langsung kalkulasi uang transport. Satu-satunya jalan adalah naik kereta, karena kalau naik De Lijn nggak ada yang cocok waktunya. Sekali perjalanan €2.30, kalau bolak-balik €4.60, kalau 44 pertemuan totalnya €202.40. Ih mateng banget kan? Semoga tempat kursusnya bisa mengeluarkan surat reduksi untuk ongkos kereta.. Dan yang lebih mateng lagi, kelas saya itu dimulai bulan November, kalian tahu kan itu musim apa? yaah.. musim dingin sodara-sodara! Saya sudah ngebayangin di musim salju harus bangun jam 6 pagi, mandi, mengayuh sepeda jam 7.30 pagi menuju stasiun, terus jam 8 lewat naik kereta, jalan kaki menuju tempat kurus. Kelasnya dimulai jam 08.45 dong... Waktunya bangun pagi memang. Selama di sini, saya malas banget bangun pagi, bangun-bangun sudah jam 10 atau jam 10.30. Au pair macam apa saya ini? haha :) Okelah namanya juga masih proses belajar.. :) semoga bisa jadi orang yang lebih baik.. yang penting tetap semangat!


2 comments:

Anggi Rizky said...

Hallo alfi..
Blognya keren dan bermanfaat banget.
Kalo boleh tau, persyaratan visa Aupair ke Belgium apa aja?
Makasii banyak yah sebelumnya.
Best Luck buat Alfi.. :D

Alfi Yusrina said...

hello @Anggi semunya lengkap bisa kamu baca di blogku yang satu ini http://gypsyholic.blogspot.be/2013/08/persiapan-menjadi-au-pair-belgia-alfi.html?showComment=1382618405464#c2344078090716262707

semoga sukses juga yaaa :)