Tuesday, July 5, 2011

Jakarta Hitching Race 2011 : Susahnya mencari tebengan di Jakarta (Bagian III-Tamat)




Wah kebetulan nih, sponsor kami kan Seven Eleven, "Bagaimana kalau kita nongkrong dulu di sevel?" usul saya kepada rekan-rekan. Padahal kami tahu, kami sedang diburu-buru deadline.

Yah nggak ada salahnya kalau kami nge-gaul dulu lah di sevel dengan memanfaatkan voucher dari sponsor :)

setengah jam kami santai-santai di Sevel, kami memutuskan untuk memulai perjalanan.
Coke yang dibawa pulang Uthe tiba-tiba meledak dari dalam wadahnya, alhasil tas Uthe terpaksa basah semua seperti daun dan ranting (inget lagu "tik tik tik bunyi hujan", hahaha). Akhirnya, waktu kami agak terbuang untuk membersihkan tasnya Uthe.
Namun, di situlah kekuatan keajaiban bekerja. Di tengah jalan raya Tebet, kami meminta belas kasihan warga Jakarta untuk memberikan kami tumpangan.

Dua puluh menit berlalu, hingga tiba-tiba ada sebuah mobil sedan berhenti, dan segera kami kejar.
"Permisi pak, apakah kami boleh menumpang? Bapak mau ke mana?" tanya saya ketika jendela dibuka. Ternyata di dalamnya pengendaranya adalah seorang bapak-bapak yang sudah ngaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat tua!

"Cikini," jawab si pengendara tua itu.

Sontak, hatiku membuncah girang bukan kepalang. "Wah kebetulan sekali pak, kami mau ke Cikini. Apakah kami boleh menumpang?" pinta saya dengan antusias, dengan memasang senyum 100 watt,


dan begitulah kami, dengan manis duduk di mobil sedan yang ber-AC itu. Ini adalah mobil tertutup kedua yang berhasil kami dapatkan.
Apalagi arah kami sama dengan pengendara mobil, belum lagi, bapak Ramli (itulah namanya) juga akan melewati TIM (tempat kami berhenti). bagaimana kami tidak super duper beruntung? memang Tuhan telah mengatur segalanya untuk kami.


Ya, Jakarta Macet sore hari, kala itu sudaj pukul 15.30. Kami (lebih tepatnya hanya saya) yang berbincang-bincang dengan bapak Ramli itu. Karena cara saya duduk di depan, dan dua teman saya duduk di belakang, belum lagi cara berbicara bapak Ramli yang agak susah dipahami, karena seperti orang berkumur-kumur. Setelah berbincang-bincang dengan beliau, saya mengenal sedikit tentang beliau, misalnya ibunya beliau tinggal di Cikini umur ibunya sudah 99 thn, beliau sendiri umurnya sudah 60an tahun, adiknya bapak Ramli seorang dokter yang tinggal di Cikini Raya 3. Bapak Ramli ini seorang wartawan, ya mantan wartawan. Ingatannya termasuk sangat kuat. walaupun jalannya sudah bungkuk-bungkuk.

Kalau di Jakarta ini masih ada 100 orang seperti beliau, saya rasa Jakarta akan aman sentosa :)

Perhentian keempat: Komunitas Backpacker Dunia
Ya, kami diturunkan di depan Taman Ismail Marzuki, di sana sudah ada Komunitas Backpacker Dunia yang menanti kami. Tantangan berikutnya adalah pose aneh di depan spanduk Soekarno, inilah hasilnya :)


Setelah selesai dengan pose aneh, mereka menyodorkan amplop berisi perhentian kelima, yaitu Museum Proklamasi. Sebelum ke sana, Uthe izin salat dulu di TIM, akhirnya kami menunggu di depan parkiran.
Saat sedang menunggu, salah satu anggota Komunitas Backpacker Dunia menghampiri kami dan memberitahukan bahwa kami tidak perlu Museum Proklamasi karena lomba sudah mau ditutup, kami hanya perlu bergegas ke Sarinah.

Setelah Uthe selesai salat, kami pun berangkat ke Sarinah, awalnya kami ingin segera naik angkot, namun kami memilih untuk mencari tumpangan. Kebetulan, di depan TIM ada sebuah mobil yang menunggu majikannya, hanya ada supir di dalamnya.

Kami memberanikan diri untuk bertanya, "permisi pak, apakah kami boleh menumpang sampai sarinah?"
sontak ekspresi si supir kaget, dan dia menunjuk seseorang di belakang kami. Ternyata bossnya datang, saat kami lihat wajah bosnya, si Ino berseru "Eh elo!" yang artinya, mereka saling kenal.

Jadi, singkat cerita, tumpangan terakhir kami ini adalah mobil ketiga yang ber-AC, dan salah satu kebetulan bahwa kami bertemu seseorang yang dari kami kenal :)
si Matthew temen Parkournya Ino ini mengantarkan kami hingga samping gedung Sarinah,
berkat pertolongannya, kami menjadi tim juara keenam dari 36 kelompok. Sesampainya di Sarinah kami mendapat baju dari Hard Rock FM dan disuruh pose foto.


Setelah berfoto-foto di Sarinah lantai 8, depan stasiun radio, tim kami bertemu tim-tim lain yang juga dari Jakarta Barat, dan kami hendak pergi ke Kampung Petualang, di GOR BULUNGAN, dengan cerewet dan riang gembira namun lelah, kami bertukar pengalaman sepanjang jalan menuju GOR Bulungan, sumpah kegiatan ini benar-benar menyenangkan.

Sesampainya di Kampung Petualang, penampilan kami udah lecek kayak kertas diremes-remes, lepek, kucel, dekil, bau knalpot, lengket, ah total deh semua penderitaan. Salah dari sekian keluhan yang saya rasakan adalah rasa haus, soalnya, dari tadi siang persediaan cadangan minuman saya sudah habis, alhasil tenggorokan kering kerontang butuh minuman yang dingin-dingin atau yang segar-segar. WAH kebetulan banget, di meja registrasi panitianya sedang ceria membagikan minuman secara cuma-cuma. Kami disuguhi minuman dari sponsor, ada Coca Cola dan NU Green Tea. Mantap benar!!! Saya pilih NU Green Tea yang Less Sugar,



dan hasilnya mantap juga. Yang tadinya saya lemes karena dehidrasi dan kecapean, setelah minum NU Green Tea saya jadi semangat lagi! Semangat buat melanjutkan aktifitas berikutnya. Bergeser dari meja registrasi, kami mengunjungi beberapa stand, seperti GreePeace, Tembang Pribumi, BaliBackpacker, dll. dan kami bertemu tim dari Jakarta selain barat, kami bertukar cerita, cerita, dan cerita. Sambil ngobrol-ngobrol ngalur ngidul dengan topik yang sangat random, dan ditemani sebotol NU Green Tea, dan yang kalo habis boleh ambil lagi (hehehe, ketauan rakus) malam itu kami benar-benar sangat senang. Kami jadi lupa kalau kami itu sebenarnya lelah.


Hingga jam 9 malam, saya dan beberapa kawan-kawan terpaksa pulang karena tak tahan dengan lengket dan kantuk dan lelah.
inilah ekspresi kami di detik-detik terakhir sebelum naik bus Transjakarta :)

7 comments:

Mentari Meida said...

hei alvi..
aku baru baca tulisanmu yang ini. itu acara apa ya? seruu banget deh, jadi pengen ikutan, hehehe *telat ya*

nice blog, anyway... :)

gypsyholic said...

Halo Mentari, makasih ya udah mau mampir dan baca-baca blog saya.

iya nih, ini acara yang diselenggarakan oleh komunitas couchsurfing, dan emang baru pertama kali ada di indonesia, seru banget sumpah, nanti tahun depan kalau ada lomba ini aku kasih tau yaaa :)

Mentari said...

siaap! terima kasih lho.. aku juga senang ikutan acara-acara fun begitu, seru dan dapet pengalaman baru. :)

oiya, yang jalan-jalan ke sukabumi itu ikutan dimana yaa?? hehehe, maap ya nanya melulu..hihihi

gypsyholic said...

@Mentari: iya gapapa, kalo soal ke Sukabumi, tadinya itu ide temen komunitas, terus ternyata dari satu teman ngajakin temen yang lain, jadi jumlah peserta yang banyak itu seperti acara kami ini dari tour agent, padahal bukan. Taunya sih dari mulut ke mulut aja, soalnya cuma dibuat event di FB aja.
dan acara jalan ini salah satu kegiatan dari komunitas media share "Kakigatel" coba gabung deh di FB ada group "Kakigatel", anak2nya suka ngadain trip gitu :)

Anata Mc Auliffe said...

So interesting!! So missing that momment,... Hummm, LANJUT TERUS ya neng menulisnya... Salam dari CS Aceh.. :)
(huhuhu mengatas namakan ajah, ga sih, salam kenal ajah dari aku, dulunya CS Jakarta, sekarang udah pindah ke Aceh setelah nikah.
Rindu sekali ih dengan masa-masa itu. Humm, semoga kami bisa menyusul segala ketinggalan TARGET kunjungan, >.<

gypsyholic said...

halo mbak Alana, gimana aktivitas CS Aceh? iya mbak, ditunggu ya cerita-cerita tentang pengalaman CS di Aceh :)

ina said...

iseng2 buka blognya neng hahahhaa serruuu seruuu ceritaaaa nyaaa pantess klo kuliah di sastra Indonesiaaa...aku barusan beli madreee mw baca doloooo

ijin nambah link di blog ku yah fi :p