Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Monday, January 13, 2014

Weten jullie iets over Indonesië?


Halo iedereen! Ik ben Alfi. Ik kom uit Indonesië. Voor ik over Indonesië verstellen, weten jullie iets over Indonesië? Mijn land is in Zuidoost-Azië. We hebben veel eilanden. Er zijn circa 17.500 eilanden. Er zijn ongeveer 250 miljoen inwoners. Dat is 22 keer Belgie. Ik woon in Jakarta. Dat is de hoofdstad van Indonesië. Omdat we veel eilanden hebben, hebben we ook veel lokale talen. Er zijn 721 lokale talen in Indonesië. Elke lokale taal heeft soms een paar dialecten.

Alle, jullie kunnen alle informatie over Indonesië vinden op Wikipedia of Internet.
Vandaag wil ik alleen over de mooie plaatsen in Indonesië vertellen omdat ik graag veel reis. Indonesië heeft veel mooie plaatsen om naar te reizen. We hebben veel bergen, eilanden, zeeën, enzovoort. Ik ben al naar een paar mooie plaatsen gegaan.

Er zijn 4 plaatsen die je zeker moet bezoeken.

1. Borobudur Tempel

Dit ligt naast van mijn geboortestad, Yogyakarta. Borobudur is de grootste Boeddhistische tempel in Indonesië. Ze werkt gebouwd in de 9e eeuw. Borobudur heeft 9 etages. Die stellen de Boeddhistische kosmos. De grote stoepa staat symbool voor het nirvana. In elke muur zijn er mooie afbieldingen gekerfd, die elk een verhaal vertellen. 


2. De Bromo

Bromo is een vulkaan in Oost Java. Ik ben in 2010 naar daar gegaan. Ik ging naar boven om middernacht om de zonsopgang te zien. Dat landschap is erg mooi. Je kan onder je de wolken zien.



3. Het Komodo Eiland

Ik ben naar daar in 2011 geweest. Het duurt 3 dagen om van Bali met de bus. Dit was de meest avontuurlijke reis die ik ooit gemaakt heb. We volgden kleine paden om de komodoveranen te zien. Ik heb een paar echte komodo gezien. Het is erg gevaarlijk als je je regels hebt omdat de komodo door bloed wordt aangetrokken. Komodo heeft giftig speeksel.


4. Het Gili Trawangan Eiland

Gili Trawangan is een exotisch eilandje. Dit eiland is echt goed voor een huwelijksreis. Je kunt hier snorkelen of duiken. Je kunt  prachtige  panoramas vinden onder de zee. Het heeft kleurrijke koralen en mooie vissen. Ik snorkel graag. :))




Tuesday, September 18, 2012

Bajo ooh Bajo 3 hari padamu: Cuap-cuap dari Komodo-Gili-Bali Trip (Day 3)

Ini sudah tiga hari kami dalam perjalanan, kami belum juga sampai di tempat tujuan. Labuhan Bajoo oh Labuhan Bajoo, kapankah kami sampai padamu??
foto bareng Kapolsek sebelum berpisah :)

Keindahan pagi di antara Bima dan Sape
Pukul 04.00 kami sudah bersiap-siap untuk berangkat ke Sape. Setelah berterima kasih dan bersalam-salaman dengan polisi-polisi Bima yang super ramah, kami segera berjalan kaki menuju terminal Bima, yang letaknya hanya 50 m dari polsek.
Di terminal sudah ada banyak mobil colt yang siap mengantar penumpang menuju Sape. Mobil Colt kami berangkat pukul 05.00 dan tiba di pelabuhan Sape pukul 07.00. Selama dua jam perjalanan saya sangat menikmati pemandangan. Udara pagi yang masih sejuk sangat menyenangkan untuk dihirup. Saya duduk bersebelahan dengan Qtul, sepanjang jalan kami berkaraoke ria dari bangku paling belakang, kami menyanyikan lagu apapu yang disetel oleh supir bus. Mulai dari dangdut sampai lagu Ebiet GD. Kami bernyanyi riang, tak peduli penumpang lain mungkin ada yang menutup telinga karena suara cempreng kami :) Di sebelah kiri saya ada Stan, yang nampak terpukau dengan matahari terbit yang menemani sepanjang perjalanan antara Bima dan Sape.
Pagi itu suasana hati saya benar-benar sungguh menyenangkan :) Pemandangan perbukitan kapur yang tidak biasa saya saksikan membuat saya selalu terkagum-kagum pada tanah Sumbawa.

Sarapan di Sape
kondisi bus kami ketiba tiba di Sape
Mobil Colt itu akhirnya sampai di Sape sekitar pukul 07.00. Saat tiba di Sape, suasana yang tadinya pegunungan kini berubah menjadi suasana pelabuhan. Lautnya warna biru terang, beda jauh dengan pelabuhan Tanjung Priok. Di Sape, saat saya lihat ke tepi pantai, banyak ikan-ikan kecil berenang-renang, indah sekali!
Karena kami dari Bima belum sempat sarapan, akhirnya kami mencari di area pelabuhan  apa ada rumah makan yang sudah buka. Sebagian besar, warung-warung atau rumah makan masih belum buka. Akhirnya kami menemukan rumah makan padang Citra yang nampaknya baru buka.
RM Citra Minang di dekat pelabuhan Sape
Seperti trip-trip sebelumnya, saya mengerahkan teman-teman untuk membawa lauk pauk kering. Alhasil, di rumah makan ini saya hanya pesan nasi putih saja. Karena Qtul membawa kering teri, Mentari bawa abon, saya bawa pilus. Kami makan lauk kering kami dengan lahapnya. Lumayan untuk menghemat budget perjalanan kami.

Karena kapal ferry akan berangkat pukul 09.00, kami memutuskan untuk berleha-leha sambil menyeruput teh manis hangat.

Pelajaran telat naik ferry...
Perlu kalian ketahui, bahwa penyeberangan Sape-Labuhan Bajo itu hanya ada 2x sehari, bahkan kadang-kadang 1x sehari. Kalau jadwal penyebrangan pertama yaitu pukul 09.00, maka sebaiknya jangan datang jam 9 kurang, datanglah 2 jam sebelumnya. Untuk apaa???
untuk mengantisipasi kalian mendapat tempat duduk dengan layak.
Inilah yang harus kami hadapi, berkat berleha-leha di rumah makan Padang, akhirnya saat tiba di kapal ferry, sudah tidak ada kursi kosong untuk kami. alhasil kami harus ngemper. Alamaaak... Awalnya rada malas, tapi berhubung kami bersepuluh, jadi dibuat asik aja :)
duduk di lantai tidak menjadi kendala :)

Ferry yang kami tumpangi ini bernama Kapal Cakalang Ferry, saat itu ada keterlambatan sekitar 45 menit. Akhirnya ferry benar-benar bergerak pukul 09.45.

Yang perlu diperhatikan adalah, di penyeberangan Sape-Bajo atau sebaliknya, tiket ferry akan diperiksa di atas kapal, sama seperti naik Commuter Line Jakarta-Depok. Pastikan tiket ferry kalian tidak tercecer atau hilang yaa :)

saran: kalau kalian memang tidak dapat tempat duduk di penyeberangan ini, kapal ferry Cakalang memiliki ruang eksekutif, atau VIP yang dilengkapi kursi empuk di dalam ruangan ber AC. Kalian bisa berselonjor di sana, bobo-bobo cantik.. eits, tapi kalian harus rela juga membayar Rp10.000 begitu keluar dari sana. :)

Membunuh 8 jam di laut...
kalau kalian sudah menempuh 13 jam perjalanan di bus Mataram-Bima, saya rasa 8 jam di kapal ferry tidak terlalu menyusahkan kalian. Yang menjadi persoalan adalah...
lalu bagaimana membunuh 8 jam itu agar tidak mati kebosanan???? (karena tidur bukanlah pilihan yang tepat, karena tempatnya tidak mendukung untuk tidur yang berkualitas)
Sebelum berangkat saya sudah mewanti-wanti dua kerabat, Qtul dan Mentari untuk membawa kartu Uno dan Remi, katanya mereka nggak punya. Haduuh.. Setidaknya kartu-kartu itu dapat membunuh waktu kami di kapal.
Untungnya, Daniel punya ide yang brilian, dia menawarkan permainan yang bagi saya masih baru. Anggota yang lain juga belum pernah main permainan itu.

Wolf, Seer, and Villagers. 
itulah permainan yang membantu kami melewati 8 jam perjalanan di laut. Permainan ini adalah permainan yang mengasah kejelian, logika, dan kecermatan. halaah.. intinya sih kita harus menebak siapakah serigala yang ada di dalam kelompok kita. Cara menebaknya harus dengan adu argumen. Karena ini permainan yang baru buat kami, jadi sangat seru. Tanpa sadar kami bikin heboh di geladak kapal. Orang-orang yang tadinya tidur jadi bangun gara-gara kami berisik. Setelah beberapa kali putaran, mungkin sekitar 8 kali putaran, akhirnya kami sampai juga di pelabuhan Labuhan Bajo!!!!! YEAY!!!
FINALLY!! its in Labuan Bajo already!

Mencari Penginapan di Bajo..
kalo inget kata Suci (teman sekelas), "lu keluar dari pelabuhan juga pasti banyak nemu penginapan."
Memang benar sih, banyak tulisan "Penginapan" atau "Hostel" atau "Hotel". Masalahnyanya adalah... mana penginapan yang oke, sesuai kantong, dan berkualitas?
Daniel dan Yohan melalui gadgetnya menemukan rekomendasi penginapan yang bagus dan oke. Seturunnya kami dari kapal, kami segera mencari penginapan yang dimaksud. Daniel, Aisis, Yohan segera menyambangi Gardenia Hostel. Saya, Mentari, dan Qtul mencari back-up-an penginapan, siapa tau ada Gardenia Hostel-nya full booked. Dan memang benar saja, Gardenia Hostel penuh.
Saat menerima kabar itu, saya sedang bernego dengan pemilik Hostel Mutiara.

Mutiara Hostel is recommended by me ;)
Penginapan ini sangat strategis karena letaknya yang hanya beberapa meter dari pelabuhan. Tambahan lagi, penginapan ini seperti rumah kos-kosan yang bersih, sehingga saya merasa cukup nyaman untuk bermalam di sini.
satu kamar ber-AC seharga Rp200.000, kalau mau nambah ekstrabed dikenakan biaya Rp25.000 per bed. Satu kamar normalnya untuk 2 orang. Untuk kamar dengan kipas angin harganya Rp125.000 per malam. Setelah melakukan penawaran yang tidak berkelit-kelit, kami dan pemilik penginapan sepakat untuk membayar uang sewa 3 hari di muka. Rp500.000 untuk 2 kamar per malam dengan AC, dan Rp300.000 untuk 2 kamar per malam tanpa AC. Setiap kamar diberi 2 ekstrabed.

Saran: kalau mau bermalam di sini, sebaiknya pilih kamar ber AC, karena jauh lebih bersih dan bagus. 

Makan Malam Terenak Sepanjang Trip
Berkat rekomendasi pemilik penginapan, kami menyantap hidangan seafood yang sungguh luar biasa enak. Letaknya ada di Jl. Soekarno Hatta, dekat pelabuhan, cukup jalan kaki 10 menit dari hostel. Warung tenda ini terletak di urutan pertama tikungan jalan. Jangan sampai salah mampir ke tenda yang lain yaa...
malam itu saya memesan ikan baronang. Pesanannya sangat lamaaa sekali datangnya. Untung kami ribut sendiri dengan plan hari esok, sehingga dapat lumayan mengalihkan perut yang sudah keroncongan.
Awalnya ekspektasi saya tentang masakannya akan biasa saja.
Ternyata saya salah total! Ketika ikan baronang bakar itu datang, seperangkat teman-temannya, seperti terong, lalapan, dan sambel. waaah kebahagian itu menjadi komplit ketika saya mencocol ikan dengan sambal.
Ya Tuhan, bumbu ikan bakarnya, sambalnya, terongnya: ENAK BANGET!!!

What should you do if your trip over the budget?
hal itu wajar.. jadi tenang aja..
apa yang terjadi?
Ketika kami ingin mencari kapal lokal untuk menyeberang ke Pulau Komodo dan sekitarnya, kami menemukan satu makelar kapal yang menawarkan kapal seharga Rp5 juta 2 hari 1 malam.
WHAAAT??? its way way tooo much over the budget!!!
karena kami awalnya hanya menyediakan budget sebesar Rp40.000 per orang. Harga itu  kami ambil dari rincian perjalanan salah satu teman sekelas saya, Suci.

setelah kami tanya sana-sini... akhirnya Intan punya teman yang tinggal di Labuan Bajo, dan temannya itu bisa membantu mencarikan kapal untuk kami. Harga termurah yang kami dapatkan adalah Rp4.000.000/10 orang. Setelah berdiskusi baik buruknya, akhirnya kami setuju untuk menyewa kapal dengan dana yang 10x melebihi budget semula. Mau tak mau, kami harus tambal sulam budget yang ada.
Saya merasa sangat beruntung sekali, ketika perjalanan kami menemukan hal-hal di luar dugaan, tim kami bisa menemukan penyelesaiannya. Memang selalu ada jalan untuk setiap permasalahan :) Senangnya saya saat itu.

Tidur di Hotel Mutiara itu rasanyaa....
Kalian harus tahu!! Setelah 3 hari di perjalanan, tidur di ferry, di bus, di jalan, akhirnyaaa oh akhirnyaa saya menemukan ranjang yang layak, AC yang sejuk, untuk saya berbaring sejenak merasakan kenikmatan tidur yang seharusnya.
dan begitulah hari ketiga saya berakhir di ranjang yang "empuk".

Pengeluaran hari ketiga
Pengeluaran kelompok:
Bus Colt dari Bima ke Sape Rp20.000/orang
Naik Ferry dari Sape ke Labuhan Bajo Rp 46.000/orang
Penginapan AC  hari pertama di Hotel Mutiara, Labuhan Bajo Rp500.000/ 2 kamar/ 10 orang = Rp50.000/orang/malam

Pengeluaran individual:
Sarapan di Sape beli nasi ½ posi Rp1.500
Teh hangat di Sape Rp3.000
Makan malam di Labuhan Bajo Ikan Baronang + teh hangat + nasi + lalapan Rp20.000

Mau lihat foto-foto kami, silakan klik di sini
Nantikan terus cerita perjalanan hingga hari kesepuluh yaa!!

Tuesday, November 22, 2011

Sebuah Diskusi mengenai Korpus Bahasa Indonesia

Saya yakin Bahasa Indonesia akan mampu membuat korpusnya sendiri :)

pada sebuah kesempatan, setelah kelas Pengantar Metodelogi Penelitian Kebudayaan, tanggal 22 November 2011, awalnya saya akan langsung "bersembunyi" di perpustakaan. Namun, teman-teman mengajak saya untuk menghadiri sebuah seminar kecil mengenai korpus bahasa. Saya pikir nggak ada salahnya ikut diskusi kecil ini, lagipula pasti akan banyak wawasan baru yang akan saya dapat.
wah benar saya, selama hampir 2 jam mengikuti seminar kecil ini, wawasan saya menjadi bertambah buanyaaaaaak banget...
eits, tunggu dulu, apa sih itu korpus? mungkin orang-orang di luar dari bidang Linguistik, akan bingung. Oke, kalau yang belum tahu apa itu korpus, kalian bisa tanya Mbah Wiki, di sini. Atau kalau mau lebih jelasnya, bisa baca versi bahasa Inggris-nya di sini.
Gimana? udah nangkep belom apa itu korpus dalam bidang bahasa?
Acara ini diselenggarakan oleh program studi saya, yaitu prodi Indonesia, sebuah seminar dan diskusi singkat, serta sebuah sosialisasi mengenai korpus bahasa Indonesia. Kesannya akademis banget kan? Kalau kalian pikir acara ini bakal ngebosenin. Kalian salah. Karena seminar ini dibawakan oleh dua dosen andalan saya, yaitu Pak Nazarudin dan Pak Umar Muslim. Jelas aja, kedua dosen tersebut membuat seminar ini semakin menarik. kenapa? yaah cuma anak-anak IKSI dan Tuhan yang tahu kenapa. hahaa :) Belum lagi, anak IKSI yang terkenal dengan suka apapun yang gratisan, sewaktu di seminar ini kami dapat minuman ringan dan coklat-coklat, tambah antusias dong?

Oke, seminar ini dimulai dengan penjelasan apa itu korpus dalam bidang linguistik. Korpus itu secara singkat adalah sebuah kumpulan teks, dengan menggunakan metode penelitian yang berbasis data elektronis.
Jadi, korpus adalah sebuah temuan canggih yang menggabungkan dua dunia, dunia IT dan dunia linguistik.

Sistem Komputer + Ilmu Linguistik = Korpus

Korpus ini lebih dapat diandalkan daripada intuisi. Kalau selama ini, penelitian linguistik Bahasa Indonesia itu masih mengandalkan intuisi dan kata-kata para pakar linguistik (yang katanya belum tentu kebenarannya, kita masih pada tahap percaya pada mitos-mitos yang dikatakan mereka),
Munculnya korpus ini, tentu dapat mendeteksi:
1. Kolokasi : dengan korpus kita bisa mencari kata-kata yang berkolokasi. misalnya kita ingin mengecek kebenaran, apakah kata "garam" selalu berkolokasi dengan kata "dapur"?? naah, untuk melakukan itu kita gak bisa sembarang menentukan, dengan adanya korpus,penelitian akan jauh lebih objektif.

2. Frekuensi: korpus akan membantu menemukan kata-kata/frase-frase mana yang lebih banyak digunakan. Misalnya, dalam sebuah teks masa lampau, kita ingin menemukan/mengetahui sejak kapan penggunaan kata "Ada"? korpus akan segera memberikan jawabannya :) ringkas dan menghemat waktu bukan? Korpus juga bisa menjawab/menunjukkan kepada kita frekuensi penggunaan kata-kata/frase-frase sesuai dengan penelitian kita.

3. Makna Pragmatis / Prosodi : dengan korpus juga lah kita bisa membentuk kamus yang berdasarkan makna pragmatisnya. Selama ini kan, Pusat Bahasa membuat definisi lema-lema entah berdasarkan apa, kalau ada korpus, bahasa Indonesia akan semakin jelas, dan definisi-definisi dalam kamus itu akan lebih relevan dengan pemakaiannya di masyarakat.

4. Fraseologi (idiom): dengan korpus pula lah kita bisa mengecek frase-frase idiomatis secara akurat.

canggih ya? Tapi, dibalik kecanggihan itu semua, ada juga kekurangannya,
1. korpus tidak dapat memberikan informasi sesuatu unsur bahasa. Kalau kalian mau tau informasi lebih lanjut, kalian harus melakukan analisis, ya iya lah, korpus kan cuma alat bantunya, otaknya kan terletak pada manusianya, gimana mengolah sumber data tersebut.
2. korpus hanya menampilkan unsur-unsur yang terdaftar, Jadi, misalnya kalian mau teliti teks yang belum dimasukin ke korpus, mau sampai ubanan juga gak akan berhasil. Datanya dimasukin dulu lah, baru bisa diproses.
3. Korpus hanya berfungsi sebagai data, penyungguh informasi. Percuma aja kalau sama manusianya nggak diolah. Misalnya, korpus cuma nunjukkin, penggunaan kata "adalah" sekian persen. Nah, kalo cuma gitu doang sih buat apa? justru itu, manusia-manusia seperti kita harus mengolah agar data jumlah itu bisa memiliki arti.

Sebenarnya, kalau boleh dibilang Indonesia ini ketinggalan jauuuuh banget sama negara-negara maju yang lain (ya iyalah, dari segala aspek kali). di negara-negara lain, contohnya aja UK, misalnya di Universitas Oxford deh, mereka itu udah punya korpus yang hampir dikatakan lengkap banget. Jadi penelitian mereka menggunakan korpus itu lebih mudah.

nah gimana dengan di Indonesia? yaa Allah, kita itu masih lagi dalam tahap masukin data-datanya menjadi soft-file, kalian tau kan data-data itu banyak bangetttt... kayak masih butuh 20-50 tahun lagi buat nyaingin si korpusnya Oxford.

Sebenarnya sih kita bisa-bisa aja bergerak cepat menyusul mereka, asal kucuran dananya ada. Kalian pikir bikin korpus nggak pake duit? ya elaah, di mana-mana semua juga pakai duit kaliiii..
sekarang lembaga yang bertanggung jawab untuk bahasa siapa?
Pusat Bahasa. Oke, pusat bahasa ya? dia kan di bawah pemerintah, mereka punya dana yang disalurkan pemerintah kita. Tapi, sampai saat ini, Pusat Bahasa belum tergerak untuk membuat korpus bahasa Indonesia. Laah, terus kapan dong???? kapan penelitian bahasa akan dianggap penting?

Malah, sekarang program studi saya di UI sedang membuat korpus sendiri, lingkupnya masih dari data-data ilmiah yang di UI saja. Kalau bukan dari orang-orang UI sendiri yang bergerak, siapa lagi? kita ini nggak boleh salah-salahan. Kita harus perlu mandiri, kalau misalnya Pusat Bahasa belum bergerak dalam hal ini, ya udah, kalau kita mau nungguin mereka bergerak, saya rasa perlu waktu yang bikin kita semakin senewen. Nah, daripada senewen terus dan energi yang dikeluarkan sia-sia, mending kita memulainya dari diri kita atau kelompok-kelompok kecil kita sendiri. Nungguin dan berharap orang lain akan melakukan sesuatu untuk kita itu sulit, bung.

Dalam dunia bahasa dan sastra Indonesia, kita nggak akan bisa maju-maju penelitiannya kalau cuma berdasarkan mitos-mitos yang disampaikan para sesepuh. Perlu ada pembuktian.
begitu aja sih inti dari seminar mengenai korpus.
Semoga bermanfaat juga untuk menambah wawasan teman-teman yang baca, semoga bisa menambah masukan, dan pengetahuan mengenai dunia bahasa kita sendiri.


Friday, January 7, 2011

Kartupos oh kartupos riwayatmu kini


Minggu lalu, di Gramedia Mall Ciputra, Jakarta Barat.

"Mbak, mbak, jual kartu pos gak ya?" tanya saya kepada wanita penjaga cashier.
"Ha? Kartu pos? gak ada." Sejenak wanita itu menoleh ke belakang, menoleh ke manajernya meminta bantuan.
Yang ditoleh, alias sang manajer itu terpaku sejenak. Tidak memberi tanggapan.
Si wanita cashier itu berkata lagi, "Kartu pos gak ada. Adanya postcard."

Saya terpana untuk beberapa saat. Tersentak kaget.
Ada segumpal kesal, tapi kok saya tidak bisa untuk melampiaskan kepada wanita di depan saya ini. Akhirnya, perasaan itu berubah menjadi kasihan. Ckckck.... sayang sekali..

Mata saya mendelik.
Wanita itu entah tersadar atau tidak segera menimpali, "Postcard itu kartu pos kan?"
Jelas dia bertanya kepada saya.
Menghela napas, lalu saya katakan, "IYA, kartu pos itu postcard." (kalau Cinta Laura yang nanya sih, saya maafkan)
Melihat situasi yang terus seperti itu, sang manajer mengambil tindakan. "Mari saya antarkan."
Menggeleng-gelengkan kepala, hanya itu yang dapat saya lakukan,

Dapat kita lihat, ini sebuah potret posisi sebuah kartu pos di kehidupan kita saat ini.
Sekarang saya tanya kepada Anda, pernahkah anda menerima sepucuk kartu pos?
pernakah Anda (kalau bisa penuh dengan semangat) pergi ke kantor pos demi mengirimkan sebuah kartu pos?

Di suatu pagi awal tahun 2011, tiba-tiba otak saya terbersit sebuah ide. MENGIRIMKAN KARTU POS KE SELURUH DUNIA. Entah kenapa, saya tertarik mengirimkan kartu pos kepada orang asing yang tidak saya kenal (hanya tahu nama dan alamat). Di setiap kartu pos yang saya kirimkan selalu terselip beberapa kata-kata mutiara dalam bahasa Inggris yang sengaja saya pilih secara acak.

Sejauh ini, di minggu pertama bulan Januari ini. Saya telah mengirimkan 11 kartupos ke Yunani, Kanada, Italia (2x), Mexico, Guatemala, Thailand, Turki, Algeria, dan United Kingdom.

Saya sangat bersemangat dengan kesibukan saya satu ini.
Saya jadi sering-sering mengunjungi Kantor Pos Pusat Indonesia yang terletak di Pasar Baru. :)

Mungkin Anda bingung, kenapa saya harus mengirimkan kartu-kartupos itu?
Pertama, kartupos yang saya kirimkan bergambar objek-objek pariwisata di Indonesia. Yah, kalau boleh dikatakan, misi saya adalah memperkenalkan Indonesia ke kancah Internasional.. (hahahhaa sombong banget dah)
Kedua, kata-kata mutiara yang saya pilih secara acak itu semoga bisa memberi semangat kepada orang-orang asing (yang bahkan saya tidak mengenal mereka sama sekali).
Ketiga, alasan terakhir, hmmm... perasaaan luapan kegembiraan itu selalu ada.
Ada saat-saat yang membuat saya sangat senang menanti-nanti balasan kartu-kartu pos dari mereka. Kita tidak pernah tahu kapan kartupos kita itu sampai kepada orang yang dituju. Kita juga tidak pernah tahu kapan kartupos itu sampai di depan pintu rumah kita, Segala ketidakpastian itu menyebabkan timbul perasaan-perasaan yang menyenangkan.

Kalau sekarang sudah ada Facebook, Twitter, MSN, YM!, dll, perasaan mendapatkan kartupos dan mengirimkan kartupos itu sangat berbeda. beda daripada yang lain. Percaya deh!

Berapa biayanya? Tuh kan, mungkin kalian akan berpikiran, "Ah, kirim ke luar negeri kan mahal."
Untuk sepucuk kartupos ke luarnegeri cukup menggunakan prangko Rp5.000 saja. Mau kirim ke Zimbabwe atau ke Macedonia, cuma butuh duit goceng.

Ayo, tunggu apa lagi!
Kirimkan kartupos kepada saudara, teman, orang asing yang kalian tahu. Atau bahkan, kirim kartupos untuk pacar kalian! Pasti sang pacar akan kaget dan tersipu malu. hahahah (sotoy banget deh)


Sekian dari saya, semoga tulisan ini dapat bermanfaat untuk terus mengembangkan dunia filateli Indonesia.

Salam hangat,
Alfi