Showing posts with label my projects. Show all posts
Showing posts with label my projects. Show all posts

Friday, January 7, 2011

gypsyholic's project in 2011: Swapping postcards to the worldwide.

Holla pals, wherever you are!

Facebook, Twitter, MSN, Skype, YM!, augmented reality - we live and travel in a world of instant information and sore thumbs. This year is a good time to pause and revisit

that ol’ travel chestnut: the postcard.
What started a century ago as a craze of keepsakes (recipients cherished them as much as travellers sending them cherished their actual experiences) has lost out to wi-fi, text messaging. A shame.
Sending a postcard leads to all sorts of local life commonly missed - stationery shops, post offices, funny stamps - as well as the art of actually writing with a pen.
I don't know what the meaning of the postcard for you, but for me, sending and getting a postcard is so fascinating!
This year I start to send a postcard to strangers.
I write random quotes, random thoughts, I write everything..
And I'm excited with my project!

PS: If you read this post, and want a postcard from me, just let me know, send me your address.

I'll send you a tiny greeting card from Indonesia. Promise. :)

warm regards,
gypsyholic

Kartupos oh kartupos riwayatmu kini


Minggu lalu, di Gramedia Mall Ciputra, Jakarta Barat.

"Mbak, mbak, jual kartu pos gak ya?" tanya saya kepada wanita penjaga cashier.
"Ha? Kartu pos? gak ada." Sejenak wanita itu menoleh ke belakang, menoleh ke manajernya meminta bantuan.
Yang ditoleh, alias sang manajer itu terpaku sejenak. Tidak memberi tanggapan.
Si wanita cashier itu berkata lagi, "Kartu pos gak ada. Adanya postcard."

Saya terpana untuk beberapa saat. Tersentak kaget.
Ada segumpal kesal, tapi kok saya tidak bisa untuk melampiaskan kepada wanita di depan saya ini. Akhirnya, perasaan itu berubah menjadi kasihan. Ckckck.... sayang sekali..

Mata saya mendelik.
Wanita itu entah tersadar atau tidak segera menimpali, "Postcard itu kartu pos kan?"
Jelas dia bertanya kepada saya.
Menghela napas, lalu saya katakan, "IYA, kartu pos itu postcard." (kalau Cinta Laura yang nanya sih, saya maafkan)
Melihat situasi yang terus seperti itu, sang manajer mengambil tindakan. "Mari saya antarkan."
Menggeleng-gelengkan kepala, hanya itu yang dapat saya lakukan,

Dapat kita lihat, ini sebuah potret posisi sebuah kartu pos di kehidupan kita saat ini.
Sekarang saya tanya kepada Anda, pernahkah anda menerima sepucuk kartu pos?
pernakah Anda (kalau bisa penuh dengan semangat) pergi ke kantor pos demi mengirimkan sebuah kartu pos?

Di suatu pagi awal tahun 2011, tiba-tiba otak saya terbersit sebuah ide. MENGIRIMKAN KARTU POS KE SELURUH DUNIA. Entah kenapa, saya tertarik mengirimkan kartu pos kepada orang asing yang tidak saya kenal (hanya tahu nama dan alamat). Di setiap kartu pos yang saya kirimkan selalu terselip beberapa kata-kata mutiara dalam bahasa Inggris yang sengaja saya pilih secara acak.

Sejauh ini, di minggu pertama bulan Januari ini. Saya telah mengirimkan 11 kartupos ke Yunani, Kanada, Italia (2x), Mexico, Guatemala, Thailand, Turki, Algeria, dan United Kingdom.

Saya sangat bersemangat dengan kesibukan saya satu ini.
Saya jadi sering-sering mengunjungi Kantor Pos Pusat Indonesia yang terletak di Pasar Baru. :)

Mungkin Anda bingung, kenapa saya harus mengirimkan kartu-kartupos itu?
Pertama, kartupos yang saya kirimkan bergambar objek-objek pariwisata di Indonesia. Yah, kalau boleh dikatakan, misi saya adalah memperkenalkan Indonesia ke kancah Internasional.. (hahahhaa sombong banget dah)
Kedua, kata-kata mutiara yang saya pilih secara acak itu semoga bisa memberi semangat kepada orang-orang asing (yang bahkan saya tidak mengenal mereka sama sekali).
Ketiga, alasan terakhir, hmmm... perasaaan luapan kegembiraan itu selalu ada.
Ada saat-saat yang membuat saya sangat senang menanti-nanti balasan kartu-kartu pos dari mereka. Kita tidak pernah tahu kapan kartupos kita itu sampai kepada orang yang dituju. Kita juga tidak pernah tahu kapan kartupos itu sampai di depan pintu rumah kita, Segala ketidakpastian itu menyebabkan timbul perasaan-perasaan yang menyenangkan.

Kalau sekarang sudah ada Facebook, Twitter, MSN, YM!, dll, perasaan mendapatkan kartupos dan mengirimkan kartupos itu sangat berbeda. beda daripada yang lain. Percaya deh!

Berapa biayanya? Tuh kan, mungkin kalian akan berpikiran, "Ah, kirim ke luar negeri kan mahal."
Untuk sepucuk kartupos ke luarnegeri cukup menggunakan prangko Rp5.000 saja. Mau kirim ke Zimbabwe atau ke Macedonia, cuma butuh duit goceng.

Ayo, tunggu apa lagi!
Kirimkan kartupos kepada saudara, teman, orang asing yang kalian tahu. Atau bahkan, kirim kartupos untuk pacar kalian! Pasti sang pacar akan kaget dan tersipu malu. hahahah (sotoy banget deh)


Sekian dari saya, semoga tulisan ini dapat bermanfaat untuk terus mengembangkan dunia filateli Indonesia.

Salam hangat,
Alfi

Wednesday, September 15, 2010

Bloody hell, why do I have to be so sensitive?

This morning, I just got grumbling because of my mom’s boss. She yelled at me because she wasn’t satisfied with my service. Look, she would lunch, and I served her as well, but when she looked in the kitchen, there was a kettle of chicken soup which was not at the table.

She thinks I’m a lazy person, because maybe she assumes that I don’t want to serve her. I explained her, “Madam, the chicken soup isn’t ready yet. It’s still boiling.” – But it looked like she doesn’t want to understand.

I don’t know what she was thinking about me. My mom and I have worked with this madam for almost 17 years – so do I. We’re living in the same house, for my whole life she’s been giving me a place to stay.

And after that , I felt sad. I didn’t like the way she shouted at me, it was like I’m stupid. (Yes I’m stupid, so what???) I know for the first time I’m only a servant to her, nothing more. But, one thing I would love to say loudly in front of her face was, “I’m a HUMAN, I HAVE FEELINGS”.

Many times I saw her get mad at my mom. I felt sad. I know my mom also did stupid things which made her angry. But we’re still human.

Okay, I admit, sometimes I’m lazy, but if you’re disappointed with my service or acts, please tell me the decent way.

Well, maybe that incident wasn’t that serious. Maybe I’m too serious and sensitive. Yeah, that’s my lacking characteristic. I didn’t complain when she was angry at me. I can’t complain. She’s my boss, I deserved it.

Why is my life so messed up? I don’t feel I’m alive. No freedom. I’ll tell you why in private. (Just in case you want to know)

So, for this moment, I just want to run away from this house and the boss and her family, get graduated soon, get a decent job, living in my ‘home’. I WANT TO BE FREE. Could I?

I really can’t wait for the moment when I step out of my life from this house.