Showing posts with label bromo. Show all posts
Showing posts with label bromo. Show all posts

Tuesday, July 26, 2011

Rincian Perjalanan Pulau Sempu dan Gn. Bromo (beserta laporan keuangannya)

Minggu lalu, saya dan teman-teman memutuskan untuk berangkat ke Malang, menjelajahi Pulau Sempu dan melihat matahari terbit di Penanjakan Bromo.

Inilah awal rencana perjalanan kami, budget semula dengan kenyataan tidak terlalu melenceng jauh, lumayan akurat :)

18 Juli 2011,
13.00: kumpul di stasiun Senen
14.00: Jakarta ke Malang: naik kereta ekonomi Matarmaja

19 Juli 2011
07.30: sampai di St. Malang
08.00: ketemu Mbak Ina dan Riky, cari angkot buat disewa, berhentiinya di depan stasiun aja, banyak angkot kosong yang bersedia disewa.
09.00--10.00: santai-santai di rumah mbak Ina, sambil sarapan.
10.00--12.30: perjalanan ke Pantai Sendang Biru
12.30: tiba di Sendang Biru12.30: makan bakso Rp5.000/mangkok, mandi, cuci muka, ke toilet, urus izin perizinan, sewa kapal buat nyebrang ke Sempu.
12.40--14.00: di pulau Sempu, memulai tracking, (cukup panjang dan menanjak medannya).
14.00: leha-leha, foto-foto, berenang-renang, nggak tau deh ngapain lagi, hampir mati gaya, haha
18.00: makan malam (lebih tepatnya sih mengorek2 logistik kami, karena ternyata kami lupa membawa NASI!!)
19.00: main truth or truth (mau main truth or dare, gak bs juga dare-nya, wong gelap banget!)
21.00: tidur di alam bebas, melihat bintang-bintang yang cerah banget, sambil curhat soal banyak hal :DD

20 Juli 2011
06.00: bangun tidur
07.00--07.40: tracking naik ke tebing, nyari sinyal HP, buat foto-foto, tebingnya serem banget, batunya tajam-tajam. hati-hati aja ya kalau mau naik ke sana.
08.00: main air lagi10.00: tracking pulang ke Sendang Biru
11.30: leha-leha di Sendang Biru, cuci muka, toilet, dll. siap-siap pulang ke kota Malang.

12.40--14.00: di angkot perjalanan balik ke kota Malang
14.00: makan sarapan+siang+sore: di bakso bakar Cak Man (recommended)
15.00: check in hostel, mandi, wisuh-wisuh.
20.00--21.30: ketemu CSer Malang, Martha and the gang, di The Ego Cafe
22.00: keliling kota Malang, kayak Alun-Alun, Tugu, Balai Kota, Gereja Katedral, Toko Es Krim Oen, foto-foto lah
22.30: makan malam sambil ngopi-ngopi di angkringan
23.00: balik ke hostel

21 Juli 2011
00.30: dijemput ELF
03.30: sampai di Wonokitri, tempat terakhir ELF boleh menanjak.
04.00: naik ke Penanjakan, sewa mobil Jeep.
04.30--06.30: menanti matahari terbit
07.30: turun dari Penanjakan ke Wonokitri, naik Jeep lagi
08.00--10.00: Perjalanan balik pakai ELF ke kota Malang
10.00: sarapan pecel Glontongan Rp6000/porsi (nasinya +pecelnya penuh banget, sampai piringnya luber)
10.30: ke hostel ambil backpack
13.00: cari oleh-oleh, cemilan ringan khas Malang, kayak Kripik Apel Malang per bungkus Rp9.500
15.00: sayonara Malang :*(

22 Juli 2011
09.30: sampai di St. Senen Jakarta.

Berikut adalah rincian biaya selama di Malang:
Kereta Api Jakarta--Malang (@Rp51.000) PP: Rp102.000

Biaya di Sempu:
Sewa angkot Rp270.000/10org = @Rp27.000/orang
biaya masuk Sendang Biru Rp5.500/orang
biaya masuk mobil ke Sendang Biru Rp2.000/mobil
sewa kapal antar jemput Sempu--Sendang Biru Rp100.000/14org: @Rp7.000/orang 
(pinter-pinter ngerayu dedengkot yang namanya Mak Endut/ Mami, biasanya satu kapal cuma boleh 10 org, tp gara2 dirayu akhirnya boleh)
Sogok penjaga Sempu Rp25.000/14org = @Rp2.000 (optional, terserah mau kasih berapa)
Sewa Tenda Dome (isi 4org) Rp15.000/hari, terhitungnya minjam 3 hari, jd Rp45.000/4org: @Rp11.500
Kalau mau sewa sleeping bag harganya Rp7.500/hari (sewa tenda dan sleeping bag: adanya di kota Malang, dekat stasiun ada penyewaannya, tinggalin KTP aja).

Hostel Gress Homestay Rp120.000/4 org: @Rp30.000/orang

Biaya di Bromo:
sewa ELF: Rp650.000/11org: @Rp60.000/orang (ELFnya max bisa muat 14 orang kok :)
tiket masuk bromo @Rp4.500/orang (seharusnya Rp5.500 tapi karena supir ELFnya punya kenalan, jadi bisa dimurahin)
toilet di bromo Rp2.000/orang
sewa jeep ke penanjakan Sunrise point Bromo Rp275.000 (bisa muat ber 7-6)
kalau mau ke Bromo yang padang pasir itu, cukup nambah biaya Rp300.000 lagi. akhirnya kami memutuskan untuk nggak ke padang pasir itu.
Angkot di Malang : Rp2.500/orang

Makanan di Malang:
Bakso Bakar Cak Man Rp1.500/butir
Pecel Glontongan Rp6.000/porsi super duper buanyaaak dan nampoool
Rawon Rp6.000
Tahutelor Rp6.000 (makanan khas Malang)
Mie Pangsit Rp3.000
Es Teh Rp1.500
Kopi Rp2.000

Perkiraan awal kami, budgetnya akan sebesar Rp424.500
ternyata, pengeluaran bersih saya hanya Rp380.000, sudah termasuk makan, penginapan, transportasi, toilet, dll. Exclude oleh-oleh. :DD

Mohon maaf untuk no telepon angkotnya saya tidak dapat berikan, karena HP saya hilang sewaktu di kereta api :(( (jalan-jalannya murah, sebagai tumbal HP saya jadi ilang, hiks)
kalau mau sewa ELF, saya masih simpan pin BBnya: 23A014D5 
Kalau soal masalah sewa Jeep, serahkan saja pada supir ELF, biar dia yang carikan untuk kita, karena kalo kita yang nyariin, denger-denger dari orang bisa sampai Rp300.000--350.000.

Selamat berpetualang!

semoga informasinya membantu yaa, 
kalau mau cerita perjalanan lebih lengkap, bisa baca di postingan yang ini. 



Monday, July 25, 2011

Jelajah Malang Bagian II: Demi Mengejar Matahari Terbit di Gunung Bromo

Sepulang dari Pulau Sempu, malamnya kami siap-siap menjelajah pusat kota Malang dengan berjalan kaki. Sebelum jalan-jalan malam, kami menyempatkan diri untuk nongkrong di The Ego Cafe. Kenapa? karena saya, Ricky, dan Ina akan bertemu beberapa CSer Malang. Yah sekitar dua jam lah kita nongkrong di sana, habis itu pamit buat cari udara malam, (ah speak aja, sebenarnya kami mau cari makan malam, soalnya kalau beli makan di cafe harganya selangit, hahaa).
Destinasi malam itu pertama kali ke Alun Alun Malang, sebuah taman berbentuk lingkaran, di seberangnya ada gereja tua Immanuel. Jalan lurus sedikit dari sana, kami melewati gereja Katedral. Yah, seperti yang sudah-sudah, katedral bentuknya di mana-mana sebelas duabelas deh. Tidak jauh dari Katedral, ada toko es krim "Oen". Toko itu adalah toko es krim tertua di Malang. Kurang lebih serupa dengan toko es krim Ragusa di Jakarta. 

Lurus terus, kami melewati sebuah jembatan, dari situ beberapa langkah akan menemui Balai Kota Malang dan Tugu. Lurus dari Balai Kota, jalan terus sampai mentok, kalian akan menemukan Stasiun KA Malang, 

Dari arah stasiun, di sebelah kiri ada sebuah jalan yang sisi kiri-kanannya dipenuhi warung-warung tenda penjual makanan. Sebut saja: STMJ, Burger seharga Rp3.000, Soto, Bebek Goreng, NasGor Jawa, Mie Pangsit, Bakso Telor, Sate, dll.
Akhirnya, kami berlabuh pada sebuah warung tenda yang ada banyak pilihan menu makanannya. Harganya relatif muraha, misalnya nasigoreng Jawa Rp6.000. Rata-rata menu di sana  sekitar Rp6--7.000. Kami bersebelas makan malam di sana hanya mengeluarkan uang Rp86.500. Murah kan?

Kami di warung tenda itu cukup lama, sekitar jam 11.30 malam kami balik ke hostel, dan yang cowok-cowok ikut ke rumahnya Mbak Ina. 
Saya sempat khawatir, kalau-kalau ELF yang saya pesan untuk ke Bromo tidak datang. Soalnya, rombongan dari Bandung waktu itu sempat terlambat 1 jam. Dugaan saya salah, ELFnya datang setengah jam lebih awal, yaitu pukul 00.30. ELF ini terbilang cukup murah, soalnya di tempat lain harga sewanya Rp100.000 lebih mahal. Lagipula, ELF ini bentuknya bagus, dan kualitas pelayanannya oke banget. Salut deh.

Perjalanan dari kota Malang ke Wonokitri menghabiskan waktu kurang lebih 3 jam. Sesampainya di Wonokitri. Medannya berkelok-kelok, dan benar-benar main gigi persneling. Nanjak banget jalannya, kiri kanan jurang, alamak ini kalau jatuh gimana?  Kami menyewa Jeep untuk ke Penanjakan Sunrise Point, 
Tiket masuk Bromo harusnya bayar Rp5.500, tapi karena si supir ELF mas Arif, punya banyak kenalan, akhirnya dia ngerayu-rayu temannya biar dikasih harga Rp4.500. Wah lumayan, buat beli rokok :) Di Wonokitri, anginya sudah mulai dingin-dingin gimana gitu, mulut saya sudah beruap-uap. 
Belum cukup jalanan berkelok-kelok di ELF, demikian juga jalanan dari Wonokitri ke Penanjakan. Perut saya udah kayak mie kocok. Sekitar 30 menit di Jeep, akhirnya kami berhenti di tempat yang namanya Penanjakan. Ahh isinya banyakan bule-bule.Olala maaak, pas begitu turun dari jeep, dinginnya langsung masuk ke tulang sum sum, Brrrr... Awalnya saya dalam hati udah nggak kuat, pengen ikut nyewa jaket aja, tapi lama-lama rasa dingin itu sudah biasa aja. 
Kita sampai Penanjakan kira-kira jam setengah empat pagi. Karena bingung mau ngapain, kita akhirnya bikin ribut sendiri. Bayangin dong ya, dalam kegelapan kami main "Ular Naga panjangnya menjalar-jalar..."  

Tahu dong permainan itu? Saya dan Mentari jadi induknya, tim saya paling banyak, jadi aturan mainnya saya harus merebut anaknya Mentari, alamak  itu berisiknya nggak ketulungan, kami diliatin banyak orang. Nah, setelah sadar malu, kami pun ganti permainan, yaitu "Domikadomikado eskadoeskado beabeo" tau dong???

 yah, nggak kalah berisiknya juga sih. hahah Yah, bodo amat lah, daripada mati kedinginan gak gerak, mending berisik aja sekalian. 
Matahari terbitnya lama banget keluarnya, perlahan-lahan tapi pasti. Kami mengambil spot di bawah pagar, kami duduk-duduk di situ, foto-foto ria. Suasananya damai banget, apalagi setelah geng kami anteng. hahaha

Sebelumnya saya nggak pernah seniat ini buat melihat matahari terbit, tapi kali ini beda. Usaha pagi-pagi berangkat ternyata membuahkan hasil, saya melihat sebuah pemandangan yang jarang sekali saya nikmati. Kuning telor matahari yang super bulat memberikan nuansa keindahan tersendiri. 
Sudah puas dengan sesi foto-foto-ria. Kami kembali ke Malang. Sepulangnya dari Bromo, kami tepar semua, alhasil selama perjalanan di ELF kami tidur tewas. Kasihan juga bapak supirnya, nggak ada yang nemenin ngobrol. Saya, sebagai orang yang duduk di samping pak supir awalnya saya ajak ngobrol, tapi lama kelamaan, rasa kantuk saya mulai merajalela, akhirnya tanpa sadar di sela-sela percakapan, saya jatuh tertidur pulas. :D

Sampai di kota Malang, sekitar pukul 10 pagi, kami sudah lapar banget. Akhirnya, destinasi kuliner kami berikutnya adalah Nasi Pecel & Rawon Glontongan. Satu porsi nasi pecel yang banyak hanya Rp6.000, kalau rawon harganya Rp7.000. Wah, saya benar-benar makan kenyang sekali pagi itu. 

Masih ada waktu 4 jam di kota Malang sebelum akhirnya kami naik kereta Matarmaja menuju Jakarta. Saya menghabiskan waktu untuk ngobrol-ngobrol ngalor-ngidul sama Mbak Ina, sesekali Riky ikutan nimbrung. Sebelum ke Malang, kami semua mampir ke toko oleh-oleh makanan cemilan, di Toko Lancar Jaya, saya beli cemilan khas Malang, yaitu Kripik Nangka, Kelengkeng, Apel, dan Salak, saya juga membeli brem Madiun, dan kripik tempe buat Mama :)

Sebenarnya sedih banget deh harus berpisah dengan Mbak Ina dan Riky. Saya masih belum puas bermain dengan mereka. Semoga, kalau ada kesempatan di lain hari kita semua bisa berkumpul lagi.

Dan mengakhiri perjalanan kami yang sangat singkat di kota Malang, kami kembali lagi ke kereta Matarmaja, kali ini kereta lebih sepi, dan tidak sepadat pada waktu berangkat. Mulai dari tidur, bangun, tidur, bangun lagi, akhirnya kami tiba di Jakarta pukul 10 siang. Aahhh lelahnya, apalagi ditambah handphone saya hilang sewaktu di kereta. Ya sudahlah, nasib :(

Sekian catper saya selama di Malang. Sampai jumpa di catper-catper berikutnya!